VENCHE MANUHUTU
Oct 9th, 2008 | By nazar | Category: Musician Q & AVENCHE MANUHUTU.
Q&A 07-10-2008
T: setelah 20 tahun mengelola VMS, bagaimana Venche melihat banyak murid-murid telah menjadi professional musisi terutama di jazz.
J: Sebagai pendidik yang memiliki cita-cita supaya anak didiknya berhasil, saya senang sekali karena apa yang kami didik dapat membuahkan manfaat bagi dirinya juga bagi orang lain walaupun kami mengajarkan musik jazz tetapi tidak semua…. Musik jazz hanya dipakai untuk pegangan mereka karena menurut saya pribadi jikalau menguasaai musik jazz dengan baik maka seseorang mendapatkan kebijakan bermusiknya akan lebih baik walau mereka memainkan jenis musik apapun, karena di musik jazz segalanya sudah lengkap sekali, harmoninya mau kemana saja bisa… improvisasinya juga luas sekali dengan bahasa-bahasa ritmik yang lengkap sekali… jadi kebijakan mereka bermain musik yang lain akan sangat lebih baik, itulah sebabnya mereka dapat lebih mudah ketika mereka akan memaikan jenis musik lain, demikian pula ketika akan memilih musik sebagai profesinya.
T: Diatas telah dijelaskan bahwa VMS memiliki berbagai kelas instrumen, apakah VMS memiliki kelas khusus untuk grup band ?
J: Awalnya kami berfikir kesana, namun akhirnya tidak demikian…. Inilah keunikan musik jazz… jika individunya sudah kuat ketika mereka bertemu sesama musisi seolah tinggal “jreng” mereka bermain musik… jadi saya kira sudah tidak perlu lagi kelas band karena di VMS lebih mendidik individunya lalu mereka mau main dengan siapa saja tingal ok… akhirnya diserahkan kepada inisiatif individunya akan ber musik apapun, karena itulah kekuatan VMS dalam mendidik murid-muridnya.
T: Kalau demikian apa yang anda lihat sebagai pendidik yang telah mengelola VMS selama 20 tahun prihal perkembangan musik jazz di Indonesia pada umumnya, paling tidak dalam tiga, empat tahun terakhir ?
J: Berkembang pesat sekali musik jazz di Indonesia khususnya di Kota Bandung ini… boleh dikatakan Bandung ini adalah kota jazz ” The Capital City of Jazz”, Saya kira tidak ada sebuah kota dimana penduduknya mengerti banyak mengenai musik jazz, menurut hemat saya hanya penduduk kota Bandung yang memilikinya,… pasti kontribusi terbesar karena adanya Radio KLCBS itu pasti,… jadi kalau kita main musik di Bandung kadang-kadang baru saja memainkan intro, penonton sudah bertepuk tangan karena mereka tahu judul lagu yang akan di tampilkan,… dan itu tidak didapatkan jika kita main di lain tempat, walau di Jakarta pun belum tentu,… saya rasa Bandung ini trend seternya jazz,… selain itu musisi-musisi muda banyak bermunculan di kota Bandung, mereka bagus-bagus. Secara umum di kota-kota lain juga mulai kelihatan perkembangan musik jazz kearah lebih baik.
… Namun ada fenomena bahwa memainkan musik jazz bukanlah hanya masalah teknis saja karena sudah saatnya mereka tidak hanya masalah teknis bermain jazz namun bagaimana mereka dapat mentrasformasikan teknik bermain jazz menjadi musik jazz,… contoh jika mereka mau bermain musik dengan teknik A lalu mereka mau bermain musik jazz nah musik jazznya itu jangan dibawa ke wilayah mereka, tetapi mereka harus pindah kemusik jazz, supaya mereka bermain musik jazz itu tidak terpilah, gampangnya mereka harus masuk kewilayah jazz dengan totalitas dengan bahasa jazz yang benar lalu si teknik itu mendukung sepenuhnya, jangan si jazznya di panggil ke wilayah teknis tadi.,…
T: Apa yang bisa membuat bisa masalah tadi teratasi dengan baik?
J: Pemikiran kami jangan menganggap jazz itu sebagai bagian teknik krn kalau begitu suruh robot yang bermain, pasti lebih perfect, tapi jazz itu satu bentuk musik yang harus bergaul, harus digauli, supaya kita mendapatkannya dengan total. Jangan kita beranggapan kalau kita sudah bisa main cepat itu berarti sudah bisa main jazz, kalau main jazz itu ..ada rasa..(soul)..jadi kita tidak hanya melihat teknik saja, tapi rasa (soul). Yang penting bagaimana kita bisa merasa aroma jazz itu ada, bukan sekedar teknik saja.
T: Di dalam sebuah grup apakah ada kesulitan mereka bermain, mengkomunikasikan dalam mengaransemen sebuah lagu jazz?
J: Mungkin bukan kesulitan, tapi kesadaran mereka..bahwa mereka sedang main musik jazz. Pemain musik jazz seharusnya dalam mendengarkan musik jazz, tidak hanya mendengar dan memainkannya persis seperti yang didengar, mereka harus memperhatikan sejarah panjang dari musisi tersebut. Contohnya: jika kita mendengar Pat Metheny, musisi harus tahu bagaimna Pat sejak usia 13 tahun sudah menguasai teknik bermain gitar Wes Montgomery, sehingga Pat Metheny mempunyai style sendiri jika dia tampil. Dengan demikian jalan Pat Metheny benar, dia mendapatkan style bermain gitar sendiri. Perjalanan Pat Metheny itu setelah menguasai teknik, kemudian bergaul dengan pergaulan yang sangat lama, maka jadilah Pat Metheny yang saat ini mempunyai style tersendiri. Main Jazz itu tidak semudah yang terbayang namun membutuhkan waktu untuk proses transformasi teknik kecitarasa jazz, karena didalam jazz banyak sesuatu yang tidak dapat dituliskan, namun kita dapat rasakan.
T:Apakah fenomena tersebut ada di musisi Bandung?
J: Tidak, musisi Bandung sudah benar, karena kalau mereka bermain misalnya sebuah cord..cita rasanya sudah terdengar jazz, dari aura yang sudah lain.
T: Sebagai musisi yang ada di tengah kota Bandung, apa yang Venche rasakan dengan adanya radio KLCBS?
J: Yang saya rasakan sangat bermanfaat, karena radio KLCBS membuka wawasan musik jazz, dan itu tidak hanya dirasakan oleh saya sendiri, namun dirasakan juga oleh masyarakat umum yang lain.
T: Kalau begitu menurut Venche, siapa saja pendengar KLCBS?
J: Banyak sekali mahasiswa, juga banyak professional, malah keluarga, terlebih para musisi Bandung.
T: Apa saran Venche untuk KLCBS?
J: Soal program..musik jazz.. speechless lah…koleksinya up to date, masa kini, yang saya inginkan bermanfaat bagi pendengar radio KLCBS..kira-kira..seperti seminar jazz…tapi di udara (radio), seperti workshop mengenai jazz…tapi di udara (radio).
(Nazar Noe’man)


