Nazar Noe’man – Green Jazz Festival
May 4th, 2009 | By khirzan | Category: KLCBS Overview
Ketika sebuah event diselenggarakan maka secara wajar akan menimbulkan pro dan kontra, tergantung dari angle masing-masing masyarakat melihatnya, begitu juga dengan kehadiran Java Jazz Festival dimana dunia saat ini sedang dilanda krisis global, Java Jazz Festival ke 5 toh akan berlangsung dengan melibatkan sangat banyak unsur institusi dan masyarakat.
Bagi saya, Java Jazz Festival merupakan event yang banyak manfaatnya, dilihat dari pagelaran jazz itu sendiri kita dapat menyaksikan sendiri pagelaran kelas dunia dan saya rasa bersamaan dengan itu musisi-musisi dan penikmat jazz Indonesia akan mudah berinteraksi dengan musisi dunia tersebut. Dengan demikian perkembangan jazz akan lebih mudah dikenal secara luas disini, seperti kita ketahui jazz merupakan jenis musik yang telah teruji keberadaannya di dunia, jadi masyarakat Indonesia sudahlah pantas dapat meningkatkan nilai apresiasi jazz dengan menyaksikan festival ini.
Seperti jenis musik-musik lainnya begitu pula dengan jazz memiliki segmen penikmat sendiri, dimana mereka (penikmat dan pemain) haruslah memiliki kemauan untuk lebih bernalar dan lebih berhati untuk dapat mendalami jazz dibandingkan dengan jenis musik kebanyakan. Itulah sebabnya jazz selalu berkembang dari masa kemasa hingga jazz itu sendiri memiliki banyak cabang, dari jazz yang ngepop hingga ketingkat jazz mainstream malah ada juga jazz crossover, tidaklah mengherankan jika kita perhatikan masyarakat jazz memiliki kemapanan tertentu dalam berapresiasi dan budaya, artinya makin banyak masyarakat umum dapat mengenal jazz maka saya yakin akan membentuk masyarakat lebih beradab didalam berapresiasi seni pada khususnya, terlebih kita tahu jazz adalah sebuah jenre musik yang ada di dunia, yang lahir dari campuran bangsa-bangsa di dunia dan dari campuran warna kulit, jadi jazz adalah jenre musik yang tidak mengenal rasialisme ataupun strata, jazz lahir di Amerika dari pertemuan tabuh-tabuhan dan alunan hati melalui vokal yang dilantunkan oleh orang-orang Afrika, Afro-Afrika dengan alat-alat musik yang dikenal saat ini dimana instrumen musik itu diperkenalkan melalui semacam grup-grup marchingband yang datang dari orang-orang Eropa pada saat itu, ini merupakan cikal bakal jazz. Akhirnya jazz cepat menyebar dan saat ini sudah milik semua bangsa di dunia ini tanpa batas apapun, ditinjau dari alat musik jazz dapat bercampur dengan alat musik tradisional maupun alat musik elektronik, dari berbagai macam jenis iramapun jazz dapat bercampur dengan akrab, jenre musik lainpun dapat menjadi inspirasi bagi musisi jazz tanpa harus kehilangan esensi jazz itu sendiri.
Java Jazz Festival dihadiri oleh anak-anak, remaja, dewasa muda dan orang tua dimana mereka mengunjungi festival Jazz tersebut dengan maksud menyaksikan pagelaran apresiasi musik Jazz dll., saya merasa prihatin kalau di festival tersebut masih ada penjualan rokok, minuman beralkohol walau setara bir. Berapresiasi, berkreasi yang kreatif tidaklah harus dengan mengisap rokok atau meminum minuman beralkohol, karena ini gaya hidup yang sekarang umum dan tidak benar, malah ini akan merusak kesehatan dan citra, adalah…Anda… hanya sebagian masyarat Indonesia yang mempunyai kesempatan untuk menikmati festival jazz ini, jadi kita harus bersyukur dan merendahkan hati kita kepada Alloh SWT. sang penguasa jagad ini karena diluar banyak saudara-saudara kita yang bernasib tidak sebaik kita yang dapat menyaksikan event-event Jazz.
Salam… selamat menikmati event ini….
Nazar AT Noe’man (owner 100.4 KLCBS, KLCBS Jazz Alliance dan KLCBS Jazz Alliance Forum (KJA Forum))
untuk wartajazz.com edisi 1 java jazz festival 2009


