Till Brönner tentang Till Brönner

Till Brönner tentang Till Brönner
  Di album instrumental pertamanya dalam kurun satu dekade,  trumpeter jazz dan bintang pop Jerman  Till Brönner menawarkan persembahan khusus kepada salah satu inspirasinya yang paling awal, cita suara musik dari label CTI pimpinan Creed Taylor.  12 lagu di  album berjudul “Till Brönner” tersebut,  menggunakan band studio yang hebat juga musik string serta membangkitkan  kenangan terhadap para arranger CTI seperti Don Sebesky, David Matthews, dan Bob James, tetapi dengan  musik yang secara unik modern.   Suasana  yang ditawarkan rileks, terbuka, serta mengalir. Sementara, produksi rekaman terdengar hangat sekaligus sejernih kristal, dan  kendati perhatian  diberikan pada detil, tak sedikitpun terasa terkungkung oleh nostalgia.  Demikian menurut Thom Jurek   dari AllMusic.  12 lagu  yang ditampilkan memadukan groove-groove soulful jazz-funk  menggoda dengan jazz modern,  kadang-kadang ditambah dengan keanggunan sinematik yang halus.  "Will of Nature"  mengandung permainan horn   dari Till Brönner dan saxophonist Magnus Lindgren yang ketat di garis depan, memunculkan kembali hard bop tetapi tetap melekat kuat pada soul-jazz yang melayang.  Saxophonist Lindgren  bahkan mengutip nada-nada intro "A Love Supreme"  pada permainan solonya.   Sementara, permainan Rhodes dari Roberto Di Gioia  menciptakan ruangan untuk eksplorasi. "The Gate" dibuka dengan  musik string yang rimbun, dan impresionistik yang melayang dan mengambang di bagian intro, dipertegas oleh permainan flute Magnus Lindgren.   Mereka mengantarkan melodi flugelhorn yang berasap dari Till Brönner, diikuti permainan double bass, senar rim-shot, dan cymbal. Musik string menghilang, dan dalam kontras  yang menarik, permainan bass clarinet dari  Magnus Lindgren memimpin bersama instrumen horn. Permainan solo melodi yang dalam dari Till Brönner juga menambahkan ketajaman dan  aksen-aksen not tunggal bernada tinggi diperindah dengan gema.   Pembawaan ulang yang terlalu singkat tetapi cerdas untuk lagu Freddie Hubbard  "Gibraltar" diisi dengan permainan Rhodes yang berembus, permainan perkusi yang memantul, juga B-3, dan instrumen horn yang berdesir.  Lagu klasik  karya Don Grusin  "Condor"  diarahkan oleh  permainan bass yang mengembang, senar drum yang mengaduk, dan percampuran ilustratif dari keyboards, strings, dan permainan horn di garis depan yang lirih dan diperhalus. Terdapat intensitas mendidih perlahan pada lagu tersebut, ditambah ilustrasi bunyi-bunyian abad 21. Musik latar dari piano elektrik dan string yang mewah pada "Half Story"  mendasari permainan  dalam nada seragam dari Lindgren dan Brönner. Di Gioia  memainkan pula gitar elektrik selain keyboard  pada "Wacky Wes", lagu paling funky namun tidak memberikan kekayaan tekstur pada album “Till Brönner”. Album itu ditutup dengan  pembawaan anggun untuk balada karya Michel Legrand  "Once Upon a Summertime",  yang mana musik string elegan dan permainan  piano elektrik yang renggang menciptakan kerangka untuk Till Brönner  dalam mengungkapkan melodi secara sederhana dan meleburkannya dengan emosi.  Album “Till Brönner” adalah album  yang sangat hebat, memberikan bukti, bahwa  Brönner tidak meninggalkan jazz demi musik pop, tetapi menunjukkan bahwa album tersebut adalah salah satu rekaman terbaiknya.

Leave a Reply

Current day month ye@r *


− 2 = one