Jazz A History

Jazz A History

12 Oktober 1931, trumpeter Louis Armstrong dan bandnya menggelar pertunjukan di hotel Driskill di pusat kota Austin-Texas Amerika Serikat. Mereka mengiringi orang-orang yang semuanya kulit putih berdansa. Orang kulit hitam di ruangan itu hanyalah para pelayan dan Louis Armstrong beserta bandnya. Salah satu yang menyaksikan band Louis Armstrong adalah mahasiswa jurusan hukum Universitas Texas, Charlie Black. Sedikit mengenal jazz, tapi belum mengenal sama sekali Louis Armstrong, Black terkejut dan terkagum-kagum dengan kehebatan bermusik Louis Armstrong. Ia tak menyangka ada orang kulit hitam yang jenius dalam bermusik. Pengalaman tersebut membekas dalam benak Charlie Black, membuatnya mempertanyakan keberadaan orang kulit hitam yang kala itu masih mengalami diskriminasi. Dan, pengalaman berkesan menyaksikan kejeniusan musik Louis Armstrong tahun 1931, memotivasi Black menjadi aktivis anti-rasial di Amerika Serikat. Setelah menjadi pengacara, ia bergabung dengan tim pengacara kulit putih dan kulit hitam dalam sebuah kasus diskriminasi. Mereka menuntut Mahkamah Konstitusi Amerika Serikat memutuskan, bahwa pemisahan anak-anak sekolah berdasarkan ras adalah inkonstitusional dan bertentangan dengan undang-undang Amerika. Louis Armstrong seperti penilaian Black, memang jenius. Orang jenius seperti juga Bach atau Picasso, pada intinya sulit dilacak. Tak satupun catatan sejarah atau psikologis yang dapat menjelaskan secara utuh sosok-sosok jenius itu. Mereka dengan kekuatan imajinasi individualnya yang begitu khas, menciptakan sebuah karya seni. Musik jazz yang dimainkan Louis Armstrong juga tidak bisa dijelaskan secara sempurna. Musik Jazz yang merupakan kepunyaan orang Amerika, telah dipandang dunia sebagai symbol terbaik Amerika. Tetapi, Jazz diciptakan oleh orang-orang yang secara rutin tidak boleh menikmati manfaat paling mendasar sebagai orang Amerika. Musik jazz tumbuh di berbagai tempat, namun tempat kelahirannya hanya satu, tempat dimana Louis Armstrong lahir, New Orleans. (Dikutip dari buku “Jazz – A History of America’s Music” karya  Geoffrey C. Ward dan Ken Burn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


7 − six =

Current day month ye@r *