Jazz In Motion : Buddy Bolden Cornet Legendaris

Jazz In Motion : Buddy Bolden Cornet Legendaris

Salah satu musisi New Orleans yang dipandang memiliki andil dalam merintis lahirnya jazz adalah pemain cornet legendaris, Buddy Bolden. 1898, grup band brass pimpinan Bolden sangat disukai di New Orleans untuk mengiringi kepergian kavaleri kulit hitam ke medan perang melawan Spanyol. Gaya kontemporer musik Buddy Bolden yang melegenda, merupakan bukti nyata kekuatan permainan musiknya yang istimewa. Sejak awal, Bolden tampaknya memiliki posisi yang mantap di antara para master pemain cornet dalam tradisi grup brass Amerika Serikat, tapi bagaimanapun ia berbeda dibanding musisi New Orleans lain.  Buddy Bolden bermain lebih keras, lebih berani dan lebih inovatif. Musik mars sejak lama telah mengadopsi gaya rag, menambahkan sinkopasi dan tambahan lain. Tapi, Buddy Bolden mungkin yang paling awal membawakan musik itu di aula dansa dan mencampurkannya dengan blues. Bermain dalam kelompok musik string khusus untuk dansa dan memimpin grup brass, Bolden menjuluki dirinya “Professor”. Mereka memainkan semua jenis musik, waltz, rag, lagu rohani, blues, serta tampil di berbagai tempat di New Orleans, dalam parade, tea dances, tempat piknik, dan berbagai aula dansa khusus kulit hitam seperti Masonic Hall dan Union Sons Hall atau Funky Butt Hall. Awalnya, secara terbuka, musisi Creole bersikap sinis terhadap Bolden dan pada apa yang mereka sebut sebagai musik kemarahan. Tapi kekuatan liar musiknya dan pengaruh nyata terhadap masyarakat yang menyukainya,   menimbulkan iri hati musisi Creole, yang lambat laun menyukai music Bolden. Selanjutnya, musisi muda Creole mencari cara mengadopsi gaya permainan Bolden dalam mengendalikan irama, ketertarikannya pada blues, dan kesukaannya berimprovisasi. Saat itu belum ada nama untuk musik yang dimainkan Buddy Bolden dan musisi New Orleans lain yang mengikuti gaya Bolden, di awal abad 20. Bukan music spiritual, bukan blues atau ragtime, melainkan semuanya menyatu sekaligus. Tapi, musik yang lahir bukan sekadar gabungan ketiganya, melainkan jenis music baru,  yang kelak disebut jazz. (Dikutip dari buku “Jazz – A History of America’s Music” karya  Geoffrey C. Ward dan Ken Burn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− six = 2

Current day month ye@r *