Jazz In Motion : Ragtime Lagu Baptis Gereja dan Blues

Jazz In Motion : Ragtime Lagu Baptis Gereja dan Blues

Pertengahan 1890an, tiga jenis musik mulai merembes masuk di New Orleans, yang tanpanya musik jazz mungkin tidak ada. Ragtime, lagu baptis gereja dan blues.  Ragtime merupakan cabang dari gaya improvisasi nada-nada “ragging” lagu-lagu lama Afro-Amerika. Ragtime men-sinkopasi dan menyusun kembali nada-nada menjadi bentuk yang lebih lincah, versi yang pas untuk berdansa. Diciptakan musisi kulit hitam di kota-kota Midwest, yang menemukan cara menghasilkan bunyi mirip perkusi banjo pada piano, ragtime mengembalikan semua hal yang telah hilang dari lagu-lagu rohani dan minstrel, yaitu melodi folk Eropa, lagu aria dan mars. Semuanya diisi chord-chord yang dipecah, untuk mendapatkan ritme yang baru. Ragtime yang disebarkan oleh pianis keliling, termasuk melalui penjualan lembaran-lembaran musik, sangat disukai para penari muda di seluruh Amerika Serikat, tetapi tidak disukai orang tua. Karena ragtime mendorong para penari muda berdansa secara berpasangan, bukan secara grup. Editor majalah Etude mengkrtik keras dengan menyebut ragtime sebagai sinkopasi yang menjadi liar, dan mereka yang kecanduan, harus ditangani seperti anjing gila yang harus ditembak. Editor majalah musik itu juga dengan sinis mempertanyakan, apakah ragtime adalah fase dekadensi budaya seni Amerika yang sekedar lewat, atau seperti penyakit menular yang bertahan lama semacam lepra. Kendati ada kritik tajam seperti itu, ragtime terus bergerak maju dengan mudah tanpa terbendung. Ragtime menjadi musik favorit di Amerika Serikat selama seperempat abad, dan tak ada tempat lain dimana ragtime paling popular kecuali di New Orleans. Saat pergantian abad 19 ke abad 20, para musisi New Orleans, baik di aula-aula dansa juga dalam parade jalanan, secara rutin memainkan segala jenis musik dengan gaya ragtime, satu dari tiga jenis musik yang menjadi cikal bakal kelahiran jazz. (Dikutip dari buku “Jazz – A History of America’s Music” karya Geoffrey C. Ward dan Ken Burn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


five + 4 =

Current day month ye@r *