Jazz In Motion : Jelly Roll Morton Komposer Jazz

Jazz In Motion : Jelly Roll Morton Komposer Jazz

“Tak diragukan, New Orleans adalah kota kelahiran jazz, dan saya adalah creator jazz”. Demikian Jelly Roll Morton yang dikenal suka ‘omong besar’  menulis klaim tersebut tahun 1938. Tentu saja, jazz tidak diciptakan oleh satu orang, melainkan diramu dan dikembangkan oleh ratusan musisi. Bagaimanapun, Jelly Roll Morton memang termasuk musisi yang pertama kali memainkan jazz, menciptakan teorinya, juga sebagai komposer, ahli dalam membentuk musik jazz, dan yang pertama menuliskannya. Upayanya itu membuat Jelly Roll Morton termasuk yang pertama berjasa menyebarluaskan musik New Orleans tersebut ke seluruh Amerika Serikat. Sejak awal, melalui permainan pianonya yang elegan dan komposisi music yang mulai ia ciptakan tahun 1905, Morton ingin menghasilkan musik yang menggabungkan blues dan ragtime, namun yang benar-benar berbeda dari kedua jenis musik itu. Menurutnya, blues sangat bersemangat tapi terlalu simpel, dan para musisinya pun pianis yang bermain dalam satu nada. Sementara, pemain ragtime terlalu condong untuk mempercepat musik, padahal prinsip yang mendasari permainan mereka hanya sejenis sinkopasi tertentu, dan hanya nada-nada tertentu yang bisa dimainkan dalam ide tersebut. “Jazz, di lain pihak,  adalah sebuah gaya, bukan komposisi. Jenis musik apapun bisa dimainkan dalam jazz, jika seseorang memiliki pengetahuan”. Menurut Morton, “Tidak ada pemain piano jazz yang bisa benar-benar memainkan jazz kecuali mencoba menirukan sebuah band”. Sesuai keyakinannya itu, Morton berupaya mereproduksi bunyi musik mars New Orleans pada piano. Tangan kirinya menghasilkan bassline, kadang-kadang diselingi bunyi seperti trombone. Sementara tangan kanannya meniru instrument utama cornet dan clarinet. Pada setiap music yang ia mainkan, ragtime dan blues, musik-musik Perancis dan Italia, lagu populer dan lagu dansa Spanyol, Jelly Roll Morton memasukkan sinkopasi baru yang lebih halus. Setiap lagu yang ia mainkan bertransformasi menjadi sesuatu yang seluruhnya baru. (Dikutip dari buku “Jazz – A History of America’s Music” karya  Geoffrey C. Ward dan Ken Burn)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


× three = 3

Current day month ye@r *