Global Warming Ancam Krisis Gizi Buruk

Global Warming Ancam Krisis Gizi Buruk

Meningkatnya kadar karbon dioksida akibat pemanasan global akan menurunkan secara drastis jumlah protein dalam tanaman pangan pokok seperti beras dan gandum. Dampak berikutnya, masyarakat kecil terancam masalah pertumbuhan dan kematian dini. Demikian menurut tim ilmuwan Harvard University seperti dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research Letters.

12082017 SCI 02

Hasil kalkulasi ilmuwan menunjukkan, pada tahun 2050, konsentrasi CO2 yang lebih tinggi akan menghisap kandungan protein barley 14,6 persen, beras 7,6 persen, gandum 7,8 persen, dan mengisap protein kentang 6,4 persen. Jika kadar CO2 terus meningkat sesuai prediksi, penduduk di 18 negara akan kehilangan lebih dari 5 persen protein pangan di tahun 2050 sehubungan penurunan nilai gizi beras, gandum, dan bahan pangan pokok lainnya. Kawasan yang terdampak paling parah diperkirakan Sub-Sahara Afrika, dimana jutaan rakyat telah mengalami masalah kekurangan protein.

12082017 SCI 03

Asia Selatan juga akan terkena dampak serius, dimana beras dan gandum merupakan bahan pangan pokok. Menurut peneliti, solusi mengatasi ancaman tersebut diantaranya menurunkan emisi karbon, mendukung pola makan lebih beragam, memperkaya kandungan gizi pada bahan pangan pokok, dan membudidayakan tanaman yang tidak terlalu peka terhadap efek CO2 yang merugikan.

Source : 3c1703fe8d.site.internapcdn.net
images.asianage.com
media.treehugger.com

www.klcbs.net
@klcbs
Fb: klcbs
Ig: klcbs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− six = 3

Current day month ye@r *