Luncurkan Kebijakan #HapusTuyul, GO-JEK Ajak Mitra Junjung Nilai Kejujuran

Luncurkan Kebijakan #HapusTuyul, GO-JEK Ajak Mitra Junjung Nilai Kejujuran

● GO-JEK mengembangkan sistem yang dapat medeteksi GPS Palsu atau “Tuyul”
● Sistem dikembangkan guna memastikan keadilan bagi para mitra driver GO-JEK yang jujur dan bekerja keras membantu jutaan warga Indonesia setiap harinya
● GO-JEK memberikan kesempatan kepada mitra driver untuk menghapus aplikasi GPS Palsu sebelum memberikan sanksi.

Bandung, 20 Maret 2018, Guna menciptakan kesetaraan dan keadilan bagi seluruh mitra driver GO-JEK di seluruh pelosok tanah air, GO-JEK memperkenalkan kebijakan #HapusTuyul atau hapus aplikasi GPS palsu. Kebijakan ini menjawab aspirasi mitra driver terkait dengan masalah yang sering mereka hadapi dalam mendapatkan order dari pelanggan. Diharapkan dengan penerapan kebijakan ini, mitra bisa bekerja lebih nyaman demi keluarga mereka.

Michael Say, VP Corporate Communications GO-JEK mengatakan, Penggunaan aplikasi tuyul merupakan tindakan curang yang akan merugikan mitra sendiri dan juga mitra lainnya yang bekerja dengan jujur. Beberapa oknum mitra menggunakan aplikasi tuyul untuk mendapatkan keuntungan dengan cara tidak adil. Padahal, dengan menggunakan GPS palsu di aplikasi GO-JEK justru akan membahayakan data dari akun mitra tersebut. “Pengunaan aplikasi juga membuat HP mitra rentan terhadap program-program jahat yang bisa dibawa oleh aplikasi tuyul.
Dia melanjutkan, “Kami di GO-JEK selalu menjunjung tinggi kejujuran dan kami berharap para mitra driver juga dapat senantiasa jujur serta menghargai keadilan dan kesetaraan. Oleh karena itu, kami mengimbau kepada semua mitra driver yang masih memasang aplikasi tuyul untuk segera menghapus aplikasi tersebut.” Kebijakan #HapusTuyul akan diberlakukan secara bertahap terlebih dahulu ke beberapa kota termasuk kota Bandung.

Lebih lanjut, Zainal Abidin, Strategic Regional GO-JEK Bandung menjelaskan, sebelum melakukan implementasi kebijakan #HapusTuyul, GO-JEK akan mengirimkan notifikasi ke HP mitra yang menggunakan aplikasi tuyul. “Dengan pengiriman notifikasi ini, kami memberikan kesempatan kepada para mitra untuk kembali bekerja dengan jujur. Kami sadar mungkin beberapa mitra tidak paham bahwa pemanfaatan aplikasi tuyul ini termasuk tindakan curang yang tidak diperbolehkan di GO-JEK,” kata Zainal.

“Melalui kebijakan ini, kami tidak serta merta menjatuhkan sanksi bagi para mitra yang memiliki GPS palsu. Akan tetapi kami memberi kesempatan kepada mereka untuk bersama-sama menjunjung tinggi nilai kejujuran dan keadilan dalam lingkungan kerja, “ ujar Zainal. Mitra driver yang masih memasang dan memanfaatkan aplikasi tuyul setelah masa sosialisasi, akan mendapatkan sanksi sesuai dengan kode etik yang berlaku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


+ 3 = six

Current day month ye@r *