ITB Integrated Career Days 2018 Dukung SDM Profesional untuk Hadapi Tantangan Industri Masa Kini

ITB Integrated Career Days 2018 Dukung SDM Profesional untuk Hadapi Tantangan Industri Masa Kini

BANDUNG : Saat ini dunia digital berpengaruh besar terhadap perkembangan industri, tidak terkecuali dengan kebutuhan tenaga kerjanya.
Diperlukan tenaga kerja profesional yang tidak hanya ahli di bidang teknis saja, melainkan juga tidak gagap teknologi, serta bisa mengoptimalkan perangkat digital yang dibutuhkan sebuah perusahaan. Untuk memenuhi SDM yang dibutuhkan industri saat ini, ITB Career Center dibawah naungan Lembaga Kemahasiswaan ITB, menggelar ITB Integrated Career Days 2018. Kegiatan ini adalah salah satu langkah institusi pendidikan yakni ITB dalam memenuhi sumber daya manusia yang handal dan dibutuhkan oleh dunia industri masa kini.
Untuk yang ingin berkarir sebagai profesional yang sesuai dengan keahlian tertentu, ITB Integrated Career Day atau disebut juga Titian Karir Terpadu ITB menjadi salah satu alternatif yang bisa mempertemukan, memfasilitasi, dan menjembatani mahasiswa dan alumninya untuk berinteraksi dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri.

Di tahun ini, ITB Integrated Career Days hadir sebanyak 2 kali yakni pada bulan Maret lalu dan 27-28 Oktober 2018 di Aula Barat dan Aula Timur Kampus ITB Jalan Ganesha No. 10 Bandung. Kegiatan ini diikuti lebih dari 40 perusahaan terkemuka baik nasional maupun multinasional.
Pada kegiatan tersebut, setiap perusahaan dapat melakukan promosi dalam bentuk infodesk, pameran, presentasi, diskusi, dan rekruktmen secara langsung. Program ini didesain agar kepentingan dunia industri dapat terakomodasi dengan baik, dan para mahasiswa tingkat akhir dan alumni juga mendapatkan info dan pengetahuan yang banyak dan lengkap terkait perusahaan yang ingin dilamarnya. Keseluruhan proses akhirnya akan bermuara pada semakin tingginya mutual benefits yang diperoleh baik oleh industri maupun alumni dan masyarakat akademik di kampus.
Direktur ITB Career Center, Dr. Eng. Bambang Setia Budi menuturkan, perusahaan yang bergabung pada event kali ini cukup beragam. Namun, menurutnya paling banyak adalah pekerjaan yang berkaitan dengan digital, dimana hal ini sesuai dengan kondisi dan perkembangan saat ini.
“Jika di tahun-tahun sebelumnya banyak peserta booth yang berasal dari bidang usaha perminyakan, pertambangan, eksplorasi kekayaan bumi, di tahun ini kebanyakan yang besar-besar didominiasi oleh start-up company yang lekat dengan dunia bisnis digital. Semua bidang usaha dengan kombinasi digital yang paling dominan. Selain itu juga dari perusahaan yang bergerak di bidang menufaktur, perbankan , transportasi dan pendidikan,”jelasnya.
Tidak dipungkiri jika saat ini banyak pekerjaan yang hilang atau berkurang, namun Bambangpun menegaskan bahwa seiring dengan hilangnya jenis pekerjaan tertentu, maka juga banyak bermunculan jenis pekerjaan baru lainnya. Untuk menjawab tantangan tersebut, seorang tenaga kerja juga harus semakin meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, memahami potensi dan kekurangan dirinya, melatih softskill-nya, memahami perkembangan zamannya, dan mampu beradaptasi dengan kemajuan khususnya teknologi informasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− four = 3

Current day month ye@r *