“SILATURAHMI DAN PERESMIAN BANK WAKAF MIKRO NAHDLATUL WATHON CIJANTUNG DAN BANK WAKAF MIKRO RANAH INDAH DARUSSALAM”

“SILATURAHMI DAN PERESMIAN BANK WAKAF MIKRO NAHDLATUL WATHON CIJANTUNG DAN BANK WAKAF MIKRO RANAH INDAH DARUSSALAM”

Ciamis, 29 Desember 2018 | 21 Rabiul Akhir 1440 H. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memiliki komitmen tinggi untuk terus mendukung program pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan khususnya bagi masyarakat pelaku usaha mikro kecil yang belum dapat mengakses lembaga keuangan formal.

Ketiadaan akses keuangan seringkali dimanfaatkan oleh para rentenir dengan memberikan pinjaman berbunga tinggi. Oleh karena itu, OJK terus mendorong pembentukan Bank Wakaf Mikro (BWM) yang memberikan pembiayaan yang mudah, murah, cepat dan tanpa agunan sehingga masyarakat luas tidak lagi terjerat hutang dari para tengkulak.  Kehadiran Bank Wakaf Mikro di lingkungan pesantren di Kabupaten Ciamis sejalan dengan program Pemerintah Provinsi Jawa Barat yakni untuk mewujudkan Pesantren Juara (One Pesantren One Product) yang bertujuan memberdayakan ekonomi umat di lingkungan sekitar pesantren.

OJK meyakini, skema pembiayaan yang ditawarkan BWM sudah relatif cukup membiayai usaha mikro apalagi imbal hasil/margin yang harus dibayarkan hanya 3% per tahun. Kalau dihitung setiap pembiayaan Rp1.000.000, nasabah hanya dibebani cicilan kurang lebih Rp20.000 setiap minggunya. Belum lagi ditambah konsep pelatihan dan pendampingan wirausaha bagi para nasabah dalam pengembangan usahanya sehingga kami sangat yakin nantinya penghasilan dan kapasitas usaha-usaha mikro kecil ini dapat bertambah dan pada akhirnya dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat.

OJK memahami betul antusiasme nasabah Bank Wakaf Mikro yang merasa bahwa nominal pinjaman yang berkisar antara Rp1 juta hingga Rp3 juta per nasabah masih dirasa kurang banyak. Namun, perlu disampaikan, pengembangan BWM memang dari awal tidak didesain untuk menjadi besar.  Tujuan BWM adalah sebagai sebuah inkubator peningkatan kapasitas usaha nasabah, dari nasabah yang sebelumnya terkategori sebagai unbankable menjadi nasabah yang dapat mengakses lembaga keuangan syariah dengan struktur yang lebih kompleks.

OJK patut bersyukur bahwa hingga akhir tahun ini terdapat 41 Bank Wakaf Mikro yang telah berdiri di seluruh wilayah Indonesia, melebihi target yang telah ditetapkan pada awal tahun yakni sebanyak 40 Bank Wakaf Mikro.  Pencapaian ini tidak terlepas dari perhatian dan dukungan dari berbagai pihak baik itu dari Pemerintah Daerah, Pimpinan dan Pengasuh Pondok Pesantren, dan juga peran para donatur untuk pengembangan Bank Wakaf Mikro.

Dari kunjungan dinas OJK ke Kuwait, Alhamdulillah, dua pimpinan lembaga amal di Kuwait,  International Islamic Charity Organization (IICO) dan Zakat House menyambut baik dan menjajaki komitmen kerja sama dalam memfasilitasi pendirian Bank Wakaf Mikro di Indonesia.

Pada bulan Januari, OJK   juga akan menyelenggarakan Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Tahun 2019. Pada kesempatan tersebut, akan disediakan stand untuk produk-produk unggulan Bank Wakaf Mikro, agar menarik atensi para tamu undangan PTIJK 2019.

OJK juga berencana memfasilitasi penguatan Bumdes (Badan Usaha Milik Desa) melalui pendirian Bumdes Center di Kabupaten Ciamis.  Dengan adanya sinergi antara Bumdes Center dan Bank Wakaf Mikro di Kabupaten Ciamis maka ke depan akan semakin memudahkan pemasaran produk-produk nasabah Bank Wakaf Mikro

Untuk itu, OJK mengharapkan adanya sinergi dan koordinasi berkesinambungan antara pemerintah daerah dan kantor OJK di daerah melalui Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mendukung pengembangan UMKM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


two + 8 =

Current day month ye@r *