Paradoks Pria: Antara Penampilan dan Kesuburan

Paradoks Pria: Antara Penampilan dan Kesuburan

Ilmuwan menemukan satu paradoks evolusioner dimana pria merusak kemampuannya untuk memiliki keturunan, saat berusaha membuat diri mereka terlihat lebih menarik di mata wanita. Demikian temuan ilmuwan Brown University di Amerika Serikat dan ilmuwan the University of Sheffield di Inggris.

Menggunakan steroid untuk memiliki fisik yang kekar atau minum pil anti-kebotakan agar terhindar dari masalah tersebut, ternyata dapat merusak kesuburan pria. Riset menunjukkan, steroid anabolik mengelabui kelenjar pituari di otak sehingga menganggap organ testis pria bekerja terlalu keras. Dampaknya, kelenjar itu bereaksi dengan menghentikan produksi dua hormon FSH dan LH, hormon kunci dalam produksi sperma.

Kondisi serupa terjadi pula pada pria yang menggunakan obat-obatan untuk mencegah masalah kebotakan. Obat finasteride mengubah cara testosteron dimetabolisasi dalam tubuh, dan dapat membatasi kerontokan rambut. Tetapi efek sampingnya adalah disfungsi ereksi.

Source : bbc.com
thefinancialexpress.com
sg.style.yahoo.com

www.klcbs.net
@klcbs
Fb: klcbs
Ig: klcbs

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


seven × = 42

Current day month ye@r *