BANGUN EKOSISTEM KEUANGAN BERDAYA SAING UNTUK PERTUMBUHAN BERKUALITAS

BANGUN EKOSISTEM KEUANGAN BERDAYA SAING UNTUK PERTUMBUHAN BERKUALITAS

Bandung, 30 Januari 2020. Otoritas Jasa Keuangan menyatakan Industri Jasa Keuangan di Jawa Barat selama tahun 2019 terjaga stabil didukung tingkat permodalan dan likuiditas yang memadai serta profil risiko yang terjaga serta optimistis tren positif masih akan berlanjut di 2020. Pada Triwulan III Tahun 2019, BPS mencatat capaian pertumbuhan ekonomi nasional di level 5,02%, sementara laju pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tercatat sebesar 5,14% atau lebih tinggi dari Nasional. Kondisi tersebut merupakan modal penting bagi industri jasa keuangan Jawa Barat untuk dapat lebih baik dan meningkatkan perannya sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi. Demikian disampaikan Anggota Dewan Komisioner OJK Ahmad Hidayat dalam acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) Jawa Barat 2020 yang turut dihadiri oleh para Anggota Komisi XI DPR RI, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan Pimpinan DPRD Provinsi Jawa Barat di Gedung Sate, Kamis Pagi. PTIJK tahun ini bertemakan “Bangun Ekosistem Keuangan Berdaya Saing Untuk Pertumbuhan Berkualitas” Ahmad Hidayat mengatakan, arah kebijakan strategis OJK tahun 2020, yaitu:
1. Peningkatan skala ekonomi industri keuangan,
2. Mempersempit regulatory dan supervisory gap antar sektor jasa keuangan,
3. Digitalisasi produk dan layanan keuangan serta pemanfaatan teknologi dalam mendukung kepatuhan regulasi,
4. Percepatan penyediaan akses keuangan masyarakat serta penerapan market conduct dan perlindungan konsumen yang lebih baik, dan
5. Pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah.
Kebijakan strategis tersebut merupakan turunan dari Master Plan Sektor Jasa Keuangan Indonesia (MPSJKI) periode 2020 – 2024 yang diharapkan dapat menjadikan sektor jasa keuangan semakin memacu pertumbuhan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Pada kesempatan yang sama, Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat Triana Gunawan melaporkan bahwa pada tahun 2019 OJK mencatat intermediasi sektor keuangan di Jawa Barat mengalami moderasi meski tetap sejalan dengan pertumbuhan ekonomi domestik. Kredit perbankan Jawa Barat tumbuh di 7,03%. Sejalan dengan itu, pembiayaan di 3 (tiga) sektor prioritas Jawa Barat juga menunjukkan pertumbuhan positif yaitu sektor properti meningkat 8,8%, ekspor-impor meningkat 77,3% dan pariwisata meningkat 14,2%.

Pertumbuhan kredit ini diikuti dengan profil risiko kredit yang terjaga. Rasio Non Performing Loan perbankan tercatat rendah yaitu sebesar 3,18% sejalan dengan NPL perbankan nasional. Likuiditas perbankan juga tercatat cukup optimal dengan Rasio Kredit terhadap Simpanan (Loan to Deposit Ratio) berada di level 92,06% dan tren pertumbuhan positif Dana Pihak Ketiga tercatat sebesar 8,35% sebagaimana capaian perbankan nasional.
Selain itu, dalam rangka mendorong penguatan modal untuk pertumbuhan kelanjutan bisnis BPR, sepanjang tahun 2019, Kantor Regional 2 Jawa Barat bersama dengan KOJK Tasikmalaya dan KOJK Cirebon berhasil mendorong 36 BPR yang berkantor pusat di Jawa Barat untuk melakukan Merger BPR menjadi 6 BPR. Industri Keuangan Non Bank di Jawa Barat juga menunjukkan kinerja positif, berkembangnya asuransi mikro kepada masyarakat yang lebih luas melalui pemberian perlindungan terhadap usaha tani padi, usaha ternak sapi dan nelayan mandiri dengan nilai premi mencapai Rp23,9 Miliar kepada sekitar 179 ribu nasabah. Selain itu, Kinerja Perusahaan Pembiayaan tumbuh 2,95% dengan risiko kredit bermasalah yang terjaga stabil di level 2,51% sebagaimana pencapaian kinerja perusahaan pembiayaan nasional. Selanjutnya, Industri financial peer to peer lending juga mencatatkan pertumbuhan yang signifikan, dengan nilai pembiayaan yang tersalurkan meningkat 341% dengan peningkatan jumlah debitur sebesar 396%.


Di pasar modal, sepanjang tahun 2019 tercatat emiten baru yang berkantor pusat di Jawa Barat sebanyak 9 emiten dengan total emisi sebesar Rp1.503,09 Miliar, sehingga sampai saat ini terdapat total 44 Emiten dengan nilai kapitalisasi pasar mencapai Rp488,7 Triliun atau 6,9% dari total kapitalisasi saham secara nasional. Adapun jumlah investor di Jawa Barat tercatat sebanyak 440.930 SID atau meningkat 64,55% dibandingkan posisi November 2018, dengan nilai transaksi Jawa Barat tercatat sebesar Rp145 Triliun atau 5,5% dari total transaksi nasional. Dari sisi penggunaan produk jasa keuangan, inklusi keuangan di Jawa Barat tahun 2019 sebesar 88,48% melebihi target yang ditetapkan pemerintah yaitu 75%. Harus diiringi dengan peningkatan literasi keuangan, yang dapat dicapai melalui melalui edukasi dan sosialisasi agar masyarakat paham manfaat dan risiko, hak dan kewajiban serta terampil dalam menggunakan produk jasa keuangan sehingga pertumbuhan ekonomi melalui meningkatnya layanan jasa keuangan dapat tercapai. Selain itu untuk mendukung program pemerintah, Kantor Regional 2 Jawa Barat melalui wadah Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) yang akan terus berupaya secara optimal dalam memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat demi tercapainya program “Jabar Desa Juara”, dengan melanjutkan program yang telah diinisiasi dan dijalankan pada tahun 2019.


Adapun pada tahun 2019, tim TPAKD Jawa Barat meraih penghargaan sebagai Pendorong Akses Keuangan Melalui Sektor Unggulan Daerah Tingkat Provinsi dalam TPAKD Award 2019 dengan desa percontohan yang berhasil yaitu Desa Arjasari – Bandung, Desa Ganeas – Sumedang dan Desa Cibuluh – Subang. Capaian kinerja industri jasa keuangan tahun 2019 ini merupakan modal yang penting untuk tumbuh lebih baik dan meningkatkan perannya dalam mendukung ekosistem keuangan berdaya saing untuk pertumbuhan berkualitas, khususnya di Jawa Barat,” kata Triana.
Selanjutnya, untuk tahun 2020, OJK optimis stabilitas sektor keuangan ke depan akan tetap terjaga stabil dengan selesainya beberapa proyek infrastruktur strategis dan konsistensi pemerintah menjalankan reformasi struktural, termasuk terobosan melalui hadirnya beberapa Omnibus Law, meskipun masih diwarnai downside risks dari perlambatan ekonomi global dan gejolak geopolitik di sejumlah kawasan.
Kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan akan terus ditingkatkan untuk mencapai target 2020. Untuk itu, OJK meminta seluruh pelaku sektor jasa keuangan mewujudkan kolaborasi yang efektif dalam membangun ekosistem keuangan berdaya saing untuk pertumbuhan berkualitas” lanjut Triana.
Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan di Daerah digelar sebagai forum untuk OJK Daerah menyampaikan kondisi industri keuangan dan kebijakan strategisnya langsung kepada para pemangku kepentingan di sektor jasa keuangan. Kehadiran Gubernur merupakan dukungan kuat bagi OJK di daerah untuk menjalankan tugasnya membangun industri jasa keuangan yang stabil, kontributif dan inklusif.

Informasi lebih lanjut:
Kepala OJK Regional 2 Jawa Barat, Triana Gunawan
Telp. 022.4268709 Email: kr-2@ojk.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


− 3 = zero

Current day month ye@r *